Om Swastyastu, selamat datang di blog KMH Vidya Dharma Putra Ganesha - ITB :: Hubungi Kami di kmhitb@gmail.com

15 Maret 2010

Hening Menuju Jalan Dharma

[KMH ITB], Bandung. Om Swastyastu,

Hari Selasa, 16 Maret 2010 merupakan perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1932. Seperti yang telah kita semua pelajari dari dulu sampai dengan hari ini, baik yang diberi tahu, mencari tahu maupun yang mengalaminya sendiri segala rangkaian dari perayaan yang diadakan setiap tahunnya. Banyak yang telah memahami dengan baik makna dari Nyepi, namun tidak semuanya memahaminya dengan makna yang sama. Hal tersebut tidak salah, dengan berkembangnya zaman memungkinkan perkembangan dalam berbagai bidang seperti halnya dalam memaknai arti dari Hari Raya Nyepi.

Sebagai contoh saja, pada saat hangat-hangatnya dunia membicarakan global warming, banyak yang memaknai Nyepi sebagai salah satu upaya menyelamatkan bumi dan lingkungan dengan tidak menyalakan api dan segala hal yang berhubungan dengan listrik (amati geni). Hal tersebut mungkin sudah dipahami oleh sebagian umat dari sejak awal, namun ada pula yang baru menyadarinya. Terkadang kita terlalu sibuk dengan segala sesuatu yang besar yang membuat kita lupa akan hal-hal kecil yang berdampak besar. 

Hidup sebagai makhluk hidup yang mampu berpikir membuat kita dipenuhi banyak pikiran yang mampu mempertajam  kemampuan otak, maupun melemahkannya. Pada akhirnya pikiran-pikiran yang membuat lelah badan dan otak harus di istirahatkan melalui penenangan dan penguasaan diri untuk beberapa saat dengan tidak melakukan pekerjaan yang mampu menguras pikiran dan tenaga (amati karya dan amati lelungan). Selain workaholic, manusia juga berhubungan dengan kemewahan dan kegermelapan hidup meskipun secara keseluruhan tidak setiap umat mengalaminya, namun hal tersebut tidak akan pernah lepas dari kehidupan kita. Oleh karena itu, mengurangi hal-hal yang serba berlebihan (amati lelanguan) akan berdampak baik dalam kehidupan saat ini maupun nanti.

Secara keseluruhan, perayaan Hari Raya Nyepi bersifat universal. Sebagaimana yang telah disampaikan, setiap orang mengartikannya dengan berbeda arti; sebagai suatu proses detoksifikasi dalam bidang medis hingga pengurangan emisi CO2.  Namun, sebagai umat beragama kita tidak pernah lepas dari tujuan agama hindu yaitu, "Moksartham Jagadhita ya ca iti Dharma", yang artinya bahwa agama (dharma) bertujuan untuk mencapai kebahagiaan rohani dan kesejahteraan hidup jasmani atau kebahagiaan secara lahir dan bathin.

Selamat Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1932
Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa 
Memberikan Anugerah-Nya Kepada Dunia Beserta Isinya


Om Santi, Santi, Santi Om

4 komentar:

  1. artikel yang bagus,, menampilkan sisi lain hari raya nyepi,, umat hindu memang memiliki cara unik dalam merayakan tahun barunya :D

    BalasHapus
  2. Vika, keren banget blog nya sekarang....!!!
    kami akan mendukung dengan artikel-artikel terbaru...!

    gimana caranya lambodara digital bisa di download disini?

    hendra

    BalasHapus
  3. wah
    "Terkadang kita terlalu sibuk dengan segala sesuatu yang besar yang membuat kita lupa akan hal-hal kecil yang berdampak besar"
    iya juga ya
    hebat,,,kok kepikiran ya bikin perayaan tahun baru kaya Nyepi?
    asal muasalnya gimana ya ding?

    BalasHapus
  4. @gubrakZONE,

    Terimakasih sudah membaca dan mengomentari.

    Nyepi berasal dari kata sepi (sunyi, senyap). Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan / kalender Saka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tidak seperti perayaan tahun baru Masehi, Tahun Baru Saka di Bali dimulai dengan menyepi.

    Tujuan utama Hari Raya Nyepi adalah memohon ke hadapan Tuhan Yang Maha Esa, untuk menyucikan alam manusia dan semesta.Sebelum Hari Raya Nyepi, terdapat beberapa rangkaian upacara yang dilakukan umat Hindu, khususnya di daerah Bali.

    BalasHapus